BANYUWANGI – Keamanan data pribadi kembali menjadi sorotan tajam di tengah masifnya penggunaan chatbot kecerdasan buatan (AI) seperti ChatGPT dan Gemini. Laporan terbaru mengungkapkan bahwa tanpa disadari, chatbot ini berpotensi membocorkan nomor telepon pribadi pengguna kepada siapa saja yang menanyakannya.
Sebuah investigasi mendalam dari MIT Technology Review menyoroti bagaimana data-data lama yang tersebar di internet—seperti postingan forum Quora dari tahun 2015 atau catatan workshop teknologi—bisa ditarik kembali oleh AI dan disajikan sebagai jawaban publik. Hal ini memicu kekhawatiran serius mengenai efektivitas ‘guardrails’ atau pagar pengaman yang selama ini diklaim oleh perusahaan pengembang AI.
Meskipun raksasa teknologi seperti OpenAI dan Google menyatakan telah memasang sistem proteksi untuk menolak permintaan informasi pribadi (PII), kenyataannya sistem tersebut masih bisa ditembus melalui teknik pencarian yang spesifik. Bagi masyarakat di Banyuwangi dan Indonesia pada umumnya, hal ini menjadi peringatan keras untuk lebih selektif dalam membagikan informasi di platform manapun, karena AI tidak pernah benar-benar melupakan apa yang pernah diunggah ke dunia maya.
Langkah Mitigasi: Para ahli menyarankan pengguna untuk menggunakan layanan penghapusan data (data removal services) dan secara proaktif meminta penghapusan informasi pribadi melalui portal privasi resmi yang disediakan oleh pengembang AI.
Sumber: Lifehacker